
Penggunaan pewarna sintetis dalam industri tekstil dan makanan meningkat pesat seiring dengan perkembangan industri modern. Perkembangan industri di Indonesia memberikan dampak positif yang signifikan pada perekonomian negara. Namun, hal tersebut menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan, terutama dalam bentuk pencemaran limbah industri. Bahan pewarna yang digunakan di dalam industri sangat beranekaragam dan biasanya terdiri dari bermacam-macam zat warna. Coomassie brilliant blue salah satu pewarna sintetis yang paling umum digunakan.Hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2, HAp) adalah konstituen utama dari jaringan keras mamalia dan terdapat dalam batuan mineral fosfat alami. Hidroksiapatit memiliki sifat karakteristik seperti biokompatibilitas, hidrofilisitas, gugus fungsi permukaan, keasaman, kebasaan, dan porositas. Partikel sintetis hidroksiapatit dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti medis, remediasi lingkungan, dan industri. penelitian ini memberi inovasi dalam sintesis HAp dari cangkang kerang dengan penambahan natrium sitrat yang dapat menghasilkan morfologi HAp yang bagus dan stabil sehingga dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi zat warna Coomassie brilliant blue dan berkontribusi pada upaya memanfaatkan limbah industri dan menciptakan solusi berkelanjutan untuk masalah pencemaran air limbah. Hidroksiapatit di karakterisasi menggunakan Fourier-Transform infrared (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEMEDS), dan Brunauer-Emmett-Teller (BET), Bionanohidroksiapatit yang dihasilkan kemudian dilakukan aplikasi sebagai adsorben.
Sebegai Penyerap Zat Warna