
Aktivitas laboratorium kimia menghasilkan limbah cair yang mengandung bahan berbahaya, termasuk logam berat seperti Fe, Cd, Pb, dan Mn, yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah alat gelas laboratorium sebagai adsorben alternatif ramah lingkungan untuk mengurangi kadar logam berat pada limbah cair skala laboratorium. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan limbah alat gelas, proses penggerusan, pengayakan, dan aktivasi adsorben melalui perlakuan kimia (HNO₃ dan HCl-HNO₃), pengeringan, kalsinasi, serta penambahan NaOH untuk membuka pori adsorben. Karakterisasi material dilakukan menggunakan SEM, FTIR, dan BET untuk mengamati morfologi dan luas permukaan pori. Hasil awal menunjukkan bahwa aktivasi tiga tahap mampu meningkatkan kualitas pori adsorben sehingga siap digunakan dalam proses adsorpsi. Uji adsorpsi logam berat dilakukan dengan variasi waktu dan massa adsorben kemudian dianalisis menggunakan Flame AAS serta dikarakterisasi kembali dengan SEM-EDX, FTIR, dan BET. Hasil FTIR membuktikan bahwa adsorben mengandung senyawa SiO2 yang berpotensi memiliki pori karena struktur susunan senyawanya. Pada hasil karakterisasi BET diperoleh nilai surface area 0 yang membuktikan bawa adsorben memiliki ukuran pori yang sangat kecil atau mikropori. Hasil pengukuran Flame AAS menunjukkan bahwa adsorben mampu mengadorpsi logam berat dengan persentase adsorbsi diatas 85%.
Pemanfaatan ini dapat diaplikasikan dalam pengelolaan limbah cair di Laboratorium Sentral Unand