
Merkuri (Hg) adalah logam berat berbahaya dan beracun (B3) yang ditetapkan sebagai ancaman pencemaran global. Merkuri dapat menyebar ke berbagai wilayah melalui udara, air, tanah, dan rantai makanan dengan mudah. Bahaya merkuri terhadap kesehatan secara luas diketahui sejak kasus Minamata Disease. Kabupaten Sijunjung merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat yang masyarakatnya masih melakukan aktivitas pertambangan emas rakyat. Hal ini tentu berpotensi mencemari lingkungkan dengan merkuri. Kontaminasi merkuri dalam tanah dan tanaman padi di sekitar area pertambangan meningkatkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang mengonsumsi beras sebagai makanan pokok. Penting untuk memahami sejauh mana risiko ini, mengingat tingginya konsumsi beras di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan akibat pajanan merkuri melalui konsumsi beras pada masyarakat di kawasan Pertambangan Emas Rakyat Kabupaten Sijunjung. Temuan Utama: 1. Mendapatan data konsentrasi merkuri dalam beras yang dikonsumsi masyarakat di wilayah pertambangan 2. Mendapatkan hasil penilaian tingkat paparan merkuri melalui konsumsi beras dan analisis risiko kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. 3. Diketahui prevalensi gangguan kesehatan seperti gangguan tidur, tremor, dan ataksia pada masyarakat yang mengonsumsi beras terkontaminasi merkuri
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pembuat kebijakan tentang bahaya merkuri, menyediakan data untuk regulasi lingkungan yang lebih baik, dan mengidentifikasi risiko kesehatan guna mengembangkan strategi mitigasi yang efektif di Kabupaten Sijunjung.