
Pada program "Peningkatan Ekonomi Masyarakat Nagari Melalui Teknologi Budidaya Kakao dengan Konsorsium PGPB dan PGPA serta Pengolahan Produk Kakao," mitra yang terlibat, yaitu Kelompok Tani Inovasi BL 40 di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, memainkan peran aktif dalam semua tahapan kegiatan. Peran tersebut mencakup: Mitra berkolaborasi dengan tim pengabdi untuk mendiskusikan kebutuhan dan jadwal kegiatan, termasuk mempersiapkan lahan tanam, tempat pembuatan kompos, dan bahan-bahan lain yang diperlukan. Anggota kelompok tani mendapatkan edukasi tentang budidaya kakao sehat, teknik penggunaan agens hayati, dan pemanfaatan limbah pertanian sebagai kompos. Mereka berperan sebagai peserta aktif dalam pelatihan, demonstrasi lapangan, dan praktek pembuatan pupuk organik serta biopestisida. Mitra menyediakan lahan untuk demonstrasi plot (demplot) budidaya kakao sehat dan fasilitas untuk pengolahan kakao menjadi produk instan. Selain itu, mereka berpartisipasi dalam penerapan teknik fermentasi biji kakao serta pengemasan produk untuk meningkatkan nilai jual. Kelompok tani menunjukkan komitmen tinggi untuk menerapkan teknologi yang diperkenalkan, seperti penggunaan agens hayati dan pestisida nabati, sebagai bagian dari pengelolaan hama terpadu. Mereka juga berperan dalam menjaga keberlanjutan program dengan mengembangkan Kelompok Tani berbasis produk kakao. Mitra terlibat dalam proses monitoring dan pencatatan hasil kegiatan di lapangan, termasuk pencatatan tingkat serangan hama dan efektivitas teknologi yang diterapkan.
Pada program "Peningkatan Ekonomi Masyarakat Nagari Melalui Teknologi Budidaya Kakao dengan Konsorsium PGPB dan PGPA serta Pengolahan Produk Kakao," mitra yang terlibat, yaitu Kelompok Tani Inovasi BL 40 di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, memainkan peran aktif dalam semua tahapan kegiatan. Peran tersebut mencakup: Mitra berkolaborasi dengan tim pengabdi untuk mendiskusikan kebutuhan dan jadwal kegiatan, termasuk mempersiapkan lahan tanam, tempat pembuatan kompos, dan bahan-bahan lain yang diperlukan. Anggota kelompok tani mendapatkan edukasi tentang budidaya kakao sehat, teknik penggunaan agens hayati, dan pemanfaatan limbah pertanian sebagai kompos. Mereka berperan sebagai peserta aktif dalam pelatihan, demonstrasi lapangan, dan praktek pembuatan pupuk organik serta biopestisida. Mitra menyediakan lahan untuk demonstrasi plot (demplot) budidaya kakao sehat dan fasilitas untuk pengolahan kakao menjadi produk instan. Selain itu, mereka berpartisipasi dalam penerapan teknik fermentasi biji kakao serta pengemasan produk untuk meningkatkan nilai jual. Kelompok tani menunjukkan komitmen tinggi untuk menerapkan teknologi yang diperkenalkan, seperti penggunaan agens hayati dan pestisida nabati, sebagai bagian dari pengelolaan hama terpadu. Mereka juga berperan dalam menjaga keberlanjutan program dengan mengembangkan Kelompok Tani berbasis produk kakao. Mitra terlibat dalam proses monitoring dan pencatatan hasil kegiatan di lapangan, termasuk pencatatan tingkat serangan hama dan efektivitas teknologi yang diterapkan.