_1745908288.png&w=1080&q=75)
Kelapa sawit sebagai salah satu komoditi perkebunan yang menjanjikan secara ekonomi, telah mendorong banyak pihak untuk melakukan ekstensifikasi tanaman tersebut, seperti di Kabupaten Dharmasraya, Kecamatan Tiumang, Nagari Sipangkur. Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Jaya di Nagari Sipangkur telah terbentuk sejak tahun 2019, namun peran dan fungsi KWT ini masih dalam skala rumah tangga dan belum optimal dalam hal pengelolaan limbah perkebunan kelapa sawit karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk pemberdayaan KWT Tunas Jaya sehingga dapat mengoptimalkan keberadaan perkebunan kelapa sawit di sekitar mereka, seperti dengan pengelolaan limbah perkebunan kelapa sawit untuk dijadikan pupuk organik (kompos). Adanya respon dan antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan keingintahuan mereka tentang pentingnya pengelolaan limbah perkebunan kelapa sawit agar memiliki nilai tambah. Saat kegiatan demonstrasi dan pendampingan pembuatan kompos, kelompok tani dibantu dan dibimbing oleh tim pengabdian, seperti dalam hal pencacahan pelepah dan TKKS. Penerapan teknik pembuatan kompos yang tepat memberikan keuntungan dalam hal efektivitas dan efisiensi sumber daya. Di samping itu, kompos dapat sebagai substitusi penggunaan pupuk sintetik/kimiawi dan juga mendukung keberlanjutan ekosistem. Antusiasme dari kelompok tani dan masyarakat, serta kompos berhasil dibuat dengan baik adalah bukti dan indikator keberhasilan kegiatan pengabdian ini.
1. Limbah perkebunan kelapa sawit berupa pelepah kelapa sawit dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) --> memiliki nilai tambah 2. Penerapan teknik pembuatan kompos yang tepat memberikan keuntungan dalam hal efektivitas dan efisiensi sumber daya 3. Kompos dapat sebagai substitusi penggunaan pupuk sintetik/kimiawi dan juga mendukung keberlanjutan ekosistem