
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong transformasi pembelajaran biologi di tingkat sekolah menengah melalui pendekatan yang lebih aplikatif dan berbasis riset. SMA 9 Padang dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan sains, namun masih menghadapi keterbatasan dalam akses pelatihan penelitian serta kemitraan akademik dengan institusi perguruan tinggi. Program ini dirancang melalui serangkaian metode yang meliputi pelatihan guru dan siswa tentang metode riset sederhana, praktikum kolaboratif, kunjungan lapangan, serta pendampingan dalam penyusunan mini-proposal penelitian. Kegiatan berlangsung di tiga lokasi, yaitu SMA 9 Padang, PT TAR Hidroponik sebagai mitra industri, dan Laboratorium Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas. Selain itu, dilakukan sesi diskusi reflektif serta pameran hasil riset siswa sebagai bagian dari penguatan budaya ilmiah. Hasil utama program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi riset di kalangan siswa dan guru, terbentuknya kelompok riset pelajar, serta tersusunnya lima mini-proposal yang siap dikembangkan lebih lanjut. Guru memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait integrasi riset dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini menjadi cikal bakal terbentuknya ekosistem pendidikan berbasis riset yang kreatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan lokal melalui kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan universitas.
Kegiatan ini memiliki potensi keberlanjutan yang kuat, baik dari sisi kelembagaan, kurikulum, maupun kemitraan. Pertama, antusiasme guru dan siswa terhadap metode pembelajaran berbasis riset menunjukkan adanya kesiapan internal sekolah untuk menjadikan program ini bagian dari kegiatan rutin, seperti Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan projek Kurikulum Merdeka. Kedua, tersusunnya mini-proposal riset siswa memungkinkan pengembangan lebih lanjut dalam bentuk bimbingan intensif, lomba ilmiah, atau publikasi sederhana di media pendidikan. Dari sisi kemitraan, kolaborasi yang telah terjalin dengan Departemen Biologi Universitas Andalas dan pihak industri seperti PT TAR Hidroponik membuka peluang untuk pengembangan program riset lanjutan, magang, serta pendampingan berbasis proyek nyata. Selain itu, model kegiatan ini dapat direplikasi di sekolah lain dengan penyesuaian konteks lokal, menjadikannya program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak luas. Komitmen bersama antara sekolah dan perguruan tinggi menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan program, termasuk melalui MoU, pembinaan rutin, dan integrasi dalam program Tri Dharma Perguruan Tinggi.