
Luasnya perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya tidak seiring dengan jumlah produksi yang diperoleh oleh petani. Hal ini disebabkan karena banyaknya buah partenokarpi yang disebabkan oleh sedikitnya jumlah polinator dan bunga jantan sehingga proses penyerbukan dikebun kelapa sawit tidak optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada petani di Kenagarian Koto Beringin Kecamatan Tiumang Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi plot tentang aplikasi teknik hatch & carry Elaeidobius kamerunicus untuk meningkatkan proses penyerbukan sehingga produksi kelapa sawit dapat meningkat. Pada kegiatan ini diharapkan petani mampu menghasilkan produk berupa polen kelapa sawit dan kandang penangkaran Elaeidobius kamerunicus. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan diketahui bahwa pengetahuan petani tentang teknik teknik hatch & carry Elaeidobius kamerunicus masih sangat minim. Melalui kegiatan penyuluhan dan demontrasi plot, petani sudah mampu melakukan penangkaran Elaeidobius kamerunicus dan mengumpulkan polen kelapa sawit. Dari hasil pengamatan dilahan kelapa sawit rakyat, diketahui bahwa setelah aplikasi teknik ini dilakukan terjadi peningkatan jumlah polinator Elaeidobius kamerunicus dari 524 individu/Ha meningkat menjadi 21.137 individu/Ha dan akan terus meningkat jika aplikasi teknik Hatch & Carry terus dilakukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jika petani melakukan aplikasi dengan teknik hatch & carry Elaeidobius kamerunicus dengan benar, maka dapat meningkatkan jumlah polinator yang berperan dalam proses penyerbukan
Sangat berpotensi untuk dilanjutkan pada daerah yang mengalami masalah serupa