
Susu etawa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan terutama pada anak-anak dalam meningkatkan imun dan jangka panjang berdampak penurunan kasus stunting. “Susu Kambing Etawa Mannaf Farm” merupakan salah satu usaha penghasil dan penjual susu murni dari kambing etawa. Konsumen susu ini cukup tinggi. Namun usaha ini masih mengalami kendala dalam pengembangannya terutama pemenuhan jumlah susu yang berkualitas dan aman. Penyebab utamanya adalah kematian induk kambing yang tinggi akibat kandang yang rapuh, sering sakit terkena angin dan hujan deras, hingga patah kaki karena terjepit lantai kandang. Pengabdian bertujuan mengoptimalkan kandang kambing yang berpotensi mudah rusak dan meningkatkan pengetahuan para pekerja terkait sanitasi dan metode penjagaan kesehatan kambing, sehingga hasil produksi susu meningkat, bersih, serta aman untuk konsumen. Hal ini untuk mendukung ketercapaian peningkatan imunitas pada anak dan mencegah stunting pada konsumen. Dampak bagi mitra dari pengabdian ini adanya perbaikan kandang kambing dengan metode adanya pemisahan kotoran dan air kencing secara otomatis dan kandang tetap terjaga kebersihannya. Lalu juga pekerja pengolah susu diberikan pelatihan cara melakukan pasteriusasi agar susu aman dikonsumsi anak-anak. Selanjutnya, diberikan juga kulkas freezer agar dapat memisahkan susu yang telah di packing dengan bahan makanan di rumah produksi. Terakhir dibantu dalam mendisain logo dan kemasan yang lebih steril.
Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk semakin meningkatkan peluang masyarakat dalam mengkonsumsi susu kambing etawa dengan segala manfaatnya lebih mudah dan terjangkau, serta juga tetap dalam kondisi yang steril dan aman. Sehingga perbaikan, bantuan dan penyuluhan yang diberikan dapat membuat pelaku usaha agar lebih mampu dalam menjaga kebersihan dan sanitasi sejak dari kandang kambingnya, proses pemerahan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi susu. Potensi keberlanjutan pengabdian ini adalah adanya peningkatan produksi susu karena penurunan kambing yang sakit dan reproduksi menjadi tinggi. Sehingga, saat ini produsen telah mampu memenuhi permintaan hingga ke sekolah-sekolah dasar.