_1752747370.jpg&w=1080&q=75)
Berdasarkan kegiatan pengabdian yang dilakukan, didapatkan kesimpulan yaitu: 1. Program pengabdian masyarakat ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam penanganan bencana di Sumatera Barat. Dengan pendekatan berbasis data dan rekomendasi yang konkret, kegiatan ini memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat menghadapi tantangan bencana alam. 2. Hasil survei lapangan dan pengukuran geoteknik menunjukkan bahwa tebing di lokasi penelitian memiliki kemiringan yang sangat curam, dengan jarak dari jalan hanya sekitar 3 meter. Struktur tanah pada tebing ini didominasi oleh material yang mudah mengalami erosi dan longsor, terutama pada bagian dasar tebing, akibat pengaruh aliran Sungai Anai. Meningkatnya tekanan air pori pada saat banjir dan tingginya kandungan air tanah setelah curah hujan yang tinggi menyebabkan berkurangnya kekuatan geser tanah, sehingga meningkatkan risiko longsor. 3. Analisis hidrologi Sungai Anai menunjukkan bahwa banjir di wilayah ini memiliki dampak yang signifikan terhadap erosi dasar sungai dan melemahkan fondasi tebing. Banjir mempercepat erosi lateral, mengikis dasar tebing dan selanjutnya mengurangi stabilitas lereng secara keseluruhan. Efek-efek ini diperparah oleh perubahan debit.
Untuk keberlanjutan, rencana tahun berikutnya mencakup kegiatan monitoring dan pengembangan infrastruktur pencegahan seperti sabo dam. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa depan dan membangun sistem mitigasi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.