
Nagari Malalak Utara merupakan penghasil kulit manisnya (Cassiavera) dan termasuk sentra penghasil kayu manis (Cinnamon burmannii) di Sumatera Barat. Sebagian besar masyarakat langsung menjual hasil panen kayu manis kepada pengepul dan pedagang di pasar. Kondisi ini menyebabkan harga kayu manis cenderung rendah karena olahan produk kayu manis sangat minim dan pengetahuan masyarakat tentang produk olahan yang dapat dihasilkan dari kulit kayu manis belum memadai. Tidak semua petani di nagari Malalak Utara mengetahui cara pengolahan kayu manis menjadi produk yang bernilai tambah seperti mengolahnya menjadi minyak atsiri, teh herbal daun kelor dengan penambahan kayu manis, sirup kayu manis, teh celup, kopi celup kayu manis dan sebagainya. Melalui kegiatan PKM TKM dengan metode sosialisasi, edukasi dan demonstrasi berbagai pembuatan kayu manis menjadi berbagai produk seperti teh, teh herbal daun kelor, kopi, sirup kayu manis,masyarakat menjadi bisa membuat sendiri produk-produk tersebut. Juga dilakukan penanaman daun kelor di nagari Malalak sebagai bahan baku yang akan dijadikan campuran teh kayu manis sehingga bisa jadi alternatif minuman sehat yang dapat mencegah malnutrisi dan stunting yang angka prevalensinya cukup tinggi di nagari tersebut. Tim PKM TKM 2024 juga membawa dan memperkenalkan perwakilan masyarakat ke industri pengolahan kayu manis PT. Sumatera Tropical Spices melalui kegiatan Studi Tiru.
Rencana pengabdian kepada masyarakat tahap berikutnya : terus mendorong dan mendampingi masyarakat Malalak Utara melalui wali nagari dan perangkatnya sampai Galeri “Si Manis dari Malalak Utara” terwujud dan berdiri di lokasi tersebut. Dan mendorong berdiri dan tumbuhnya UMKM-UMKM yang mengolah kayu manis menjadi berbagai produk yang inovatif. Turut mendorong dan memediasi juga agar kulit kayu manis di Malalak Utara dapat diserap oleh industri seperti kegiatan pada pengabdian ke 4 berupa Studi Tiru ke PT Sumatera Tropical Spices yang merupakan eksportir /industri yang meng ekspor kayu manis diantaranya ke Amerika dan Eropa. Membantu mempersiapkan agar mutu kayu manis nagari Malalak sesuai dengan kriteria mutu PT STS, seperti pengurangan kadar air dan kebersihan kulit kayu manis sehingga kayu manis dari nagari tersebut dapat dijual dengan harga lebih tinggi, lebih terserap oleh industri , sehingga tidak perlu menjual kulit manis ke penadah/tengkulak yang dibeli dengan harga murah/rendah seperti kebiasaan masyarakat di nagari tersebut.