
Nagari Tebing Tinggi memiliki potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal yang besar, namun belum optimal akibat lemahnya tata kelola usaha, keterbatasan inovasi teknologi, dan akses pasar. Program pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui revitalisasi usaha BUMNag, kelompok tani, kelompok peternak, dan UMKM dengan pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi penguatan kepengurusan dan unit usaha BUMNag, pelatihan dan praktik penerapan biochar serta pupuk organik padat (POP) pada kelompok tani, Pelatihan dan demonstrasi introduksi teknologi pakan fermentasi dan budidaya maggot pada kelompok peternak, serta pendampingan branding dan pengembangan produk baru bagi UMKM. Revitalisasi BUMNag berdampak pada meningkatnya kapasitas kepengurusan, perbaikan tata kelola, serta tumbuhnya unit usaha yang lebih berkelanjutan dan berkontribusi pada pendapatan nagari. Pada kelompok tani, penerapan biochar dan POP meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi input, dan produktivitas usaha tani. Kelompok peternak memperoleh manfaat berupa penurunan biaya pakan, peningkatan pertumbuhan ternak, dan diversifikasi usaha melalui maggot. Sementara itu, UMKM mengalami peningkatan daya saing melalui penguatan branding, kualitas produk, dan lahirnya produk baru yang lebih bernilai jual, sehingga mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Potensi keberlanjutan program terletak pada integrasi antar kelompok usaha di Nagari Tebing Tinggi. BUMNag berperan sebagai pengelola dan offtaker produk kelompok tani, peternak, dan UMKM. Agar tujuan ini dapat tercapai, perlu pendampingan yang berkelanjutan oleh PT dan menjadi Nagari ini sebagai Nagari Binaan