_1776174237.png&w=1080&q=75)
Berkat program pemberdayaan yang komprehensif, masyarakat dan kelompok tani di wilayah ini telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Pemahaman mereka tentang perawatan tanaman sawit kini telah matang, mencakup pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu, dan penanganan gulma yang tepat. Lebih dari itu, mereka menguasai proses polinasi (penyerbukan) tanaman sawit, yang merupakan kunci utama produktivitas. Kesadaran akan peran penting serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus (E. kamerun) sebagai agen alami penyerbukan telah tertanam kuat, mendorong upaya pelestariannya di ekosistem kebun. Untuk mengoptimalkan populasi serangga menguntungkan ini, mereka telah terampil dalam pembuatan dan perawatan teknik "Hatch and Carry", yaitu metode pembiakan dan penyebaran serangga penyerbuk secara mandiri. Teknik ini memastikan ketersediaan penyerbuk di areal perkebunan secara berkesinambungan. Kombinasi pengetahuan dan keterampilan ini—dari perawatan dasar, pemahaman proses biologis, hingga teknik pengayaan penyerbuk—telah membuahkan hasil nyata. Secara kolektif, hal ini berkontribusi pada peningkatan produksi sawit yang ditargetkan mencapai 30%. Pencapaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata transformasi menuju pertanian kelapa sawit yang lebih efisien, berwawasan ekologi, dan berdaya saing tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
1. Kelompok Tani Bersedia Sebagai Pionir sebagai tempat pusat Pengembangan kumbang E.Kamerun serta Teknik Hacth and Carry untuk di Kabupaten Dharmasraya 2. Kelompok Tani juga bersedia dijadikan sebagai Mitra dari kegiatan Pengabdian dan Penelitian Bersama dengan Universitas Andalas