
Tujuan kegiatan adalah mengedukasi dan memberdayakan masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian, yang melibatkan kegiatan gotong royong penanaman mangrove, pembentukan kelompok peduli lingkungan, serta kolaborasi dengan LSM, pemerintah, dan akademisi. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini berupa pemberian edukasi dengan metode ceramah, video edukasi, penyebaran flyer dan poster serta penanaman bibit mangrove di bibir pantai. Untuk pengukuran keberhasilan edukasi, digunakan pre test dan post test kepada peserta pengabdian untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pelestarian hutan mangrove. Hasil kegiatan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pelestarian hutan mangrove setelah diberikan edukasi. Hasil Uji T diperoleh nilai p-value <0,001. Artinya, secara statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara pengetahuan masyarakat sebelum dengan sesudah dilakukan pemberian edukasi. Diharapkan masyarakat dan pemerintah setempat mampu menjaga dan memelihara hutang mangrove di wilayah Desa Bosua Mentawai sebagai upaya mitigasi bencana. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbit offline dan publish online artikel koran berita kegiatan, video youtube, published artikel jurnal Buletin Ilmiah Mambangun Nagari dan submitted Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Pengabdian ini memiliki berbagai potensi kemanfaatan. Dari segi lingkungan, penanaman mangrove dapat melindungi garis pantai dari abrasi dan mengurangi dampak gelombang besar atau tsunami, sekaligus berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon lebih banyak dibandingkan hutan daratan. Selain itu, pelestarian hutan mangrove juga mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir sebagai habitat penting bagi biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting. Dari sisi sosial dan edukasi, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya mangrove, baik dari segi ekologis maupun ekonomis, serta memberdayakan mereka melalui keterlibatan langsung dalam penanaman. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya alam untuk kesejahteraan jangka panjang.