
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih menjadi tantangan di masyarakat pedesaan karena rendahnya konsistensi dalam praktik sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PHBS melalui kegiatan penyuluhan, sosialisasi, gotong royong, pembagian abate, serta pendampingan digital di Kenagarian Tanjung Bingkung dengan melibatkan sekitar 70 peserta dari berbagai kelompok masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui observasi, pretest tentang PHS yang berisi 20 pertanyaan, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan mencuci tangan enam langkah, dari 42% sebelum intervensi menjadi 95% setelah penyuluhan. Selain itu, indikator penggunaan jamban sehat, ASI eksklusif, dan pengelolaan sampah mencapai lebih dari 80%. Program ini juga meningkatkan softskill berupa partisipasi aktif dan gotong royong warga sekitar 40–50%. Temuan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis edukasi dan pemberdayaan mampu meningkatkan praktik PHBS secara nyata di masyarakat. Ke depan, disarankan agar edukasi PHBS dilakukan secara berkelanjutan, melibatkan tokoh masyarakat untuk memperkuat perubahan perilaku, serta dilakukan penelitian lanjutan terkait efektivitas jangka panjang dan pengembangan inovasi digital untuk mendukung program kesehatan masyarakat
Kegiatan sangat ada kemungkinan berlanjut. Sesuai dengan komitmen masayarakat dan perangkat nagari, sekaligus penyelarasan dengan topik KKN selanjutnya. daerah ini dapat dijadikan binaan untuk pengabdian selanjutnya