_1747825102.jpg&w=1080&q=75)
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sejalan dengan kegiatan KKN Mahasiswa di Nagari Sitiung kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Program kemitraan masyarakat terintegrasi dengan kegiatan mahasiswa dilaksanakan dalam rangka upaya peningkatan produksi jagung melalui alih teknologi penggunakan tugal dari kayu atau bambu dengan alat tanam jagung semi mekanis. Metodologi kegiatan dilakukan dengan melakukan pendekatan kepada petani jagung di lokasi mitra Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya, seperti kegiatan pendataan dan penyuluhan dengan pendekatan partisipatif. Selanjutnya Pengenalan alat tanam jagung melalui pelatihan dan demontrasi di lahan petani jagung Nagari Sitiung. Selama ini para petani menanam jagung masih banyak petani yang menanam jagung dengan cara manual. Hal ini menyebabkan proses penanaman yang relatif lama karena lahan yang di tanam sangat luas. Alat tanam jagung rolling planter memberikan berbagai manfaat signifikan bagi para petani jagung karena dapat membantu meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam proses penanaman, sehingga mampu mempercepat tahapan produksi. Kapasitas alat tugal didapatkan sebesar 0,167 ha/jam. Penanaman benih jagung yang dilakukan secara tradisional memerlukan banyak waktu, tenaga kerja, biaya operasional dan kapasitas kerja dan efisiensi yang dihasilkan juga rendah. Kapasitas kerja alat tanam jagung rolling planter adalah sebesar 0,625 ha/jam.
Alat tanam jagung rolling planter memberikan berbagai manfaat signifikan bagi para petani jagung karena dapat membantu meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam proses penanaman, sehingga mampu mempercepat tahapan produksi. Alat ini juga berkontribusi pada pengurangan ketergantungan terhadap tenaga kerja manusia, yang secara langsung mengurangi biaya operasional. Selain itu, alat tanam jagung ini dapat meningkatkan ketepatan jarak tanam, yang membantu optimalisasi lahan dan menghasilkan tanaman yang lebih seragam, serta berpotensi meningkatkan hasil panen.