
Nagari Surantiah mengalami peristiwa yang memilukan yakni terjadinya kejadian banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan kerugian korban jiwa dan materil. Nagari Suarnatiah berada di wilayah aliran sungai di lereng bukit sehingga memiliki potensi untuk dialiri air dengan kapsitas debit yang tinggi hujan. Kejadian ini menjadikan pembelajaran terhadap penanganan kebencanaan dan mitigasi ke depan untuk wilayah Surantiah agar memiliki sistem mitigasi dan persiapan kebencanaan yang lebih baik. Mempersiapkan mitigasi yang baik memerlukan keterlibatan dari masyarakat dalam konsep mitra pentahelix yang diusung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penyiapan kelompok bencana merupakan hal yang penting untuk disipakan dalam rangka menyiapakan sistem kesiapsiagaan bencana di masyarakat. Nagari Surantiah belum memiliki kelompok siaga bencana (KSB) yang terlatih di tingkat nagari. Kegiatan program kemitraan masyarakat mambangun nagari (PKM-MN) telah membentuk dan melatih kelompok ini untuk meningkatkan kapasitas masayarakat dalam mitigasi dan berespon terhadap kejadian bencana dengan luaran memberikan pengalaman dan meningkatkan pengetahuan mahasiswa dengan ikut berpatisipasi aktif dalam pembentukan kader dan pelatihan perencanan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana banjir dan longsor, melakukan transfer IPTEK tentang perencanaan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana banjir dan longsor, publikasi pada jurnal pengabdian masyarakat terakreditasi SINTA 4, publikasi berupa berita pada media massa cetak/elektronik.
Hasil yang diharapkan dari Pengabdian tahun I adalah sebagai berikut: 1. Didapatkan kelompok siaga bencana nagari Gantiang Mudiak 2. Hasil analisis akan mengetahui lebih dalam bagaimana bentuk perilaku alasan dan konteks budaya perulaku siaga bencana 3. Hasil Pengabdian ini akan menjadi dasar yang kuat dalam startegi kesiapsiagaan bencana di nagari