
Nagari Bukik Batabuah, rentan terhadap bencana alam seperti erupsi gunung Marapi, banjir bandang, gempa bumi dan tanah longsor. Kondisi topografi yang berbukit-bukit serta curah hujan yang tinggi membuat wilayah ini rawan mengalami banjir bandang yang dapat merusak lahan pertanian dan permukiman penduduk. Kegiatan Peningkatan aspek manajemen siaga bencana dilakukan berbasis pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal dalam bentuk pelatihan siaga bencana bagi kelompok siaga bencana, peringatan dini bencana berdasarkan kearifan lokal dan simulasi bencana. Selain itu juga dilakukan pemasangan rambu-rambu petunjuk lokasi yang aman dan lokasi yang rawan bencana. Pasca bencana merupakan saat yang berisiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan seperti penyakit kulit, diare dan infeksi saluran pernafasan. Oleh karena itu, perlu upaya preventif berupa edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu, dan lanjut usia. Upaya rekayasa lingkungan seperti penanaman pohon di beberapa lokasi diharapkan dapat menahan aliran arus air yang berasal dari hulu di puncak Gunung Marapi apabila terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi dan dalam waktu cukup lama. Edukasi berdasarkan kearifan lokal diberikan dengan pendekatan peduli lingkungan agar masyarakat siap dan siaga ketika bencana alam terjadi.
Potensi manfaat pengabdian Masyarakat ini meliputi peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang siap siaga bencana, penggunaan Sistem Peringatan Dini berbasis kearifan local yang efektif, penanggulangan kerusakan lahan dan reboisasi daerah rawan bencana, serta pencegahan penyakit pasca-bencana