
Para petani di Nagari Cupak Kabupaten Solok saat ini masih menggunakan alat tradisional untuk mengipas beras. Hal ini akan membuat kualitas beras menjadi menurun, waktu pengerjaan semakin lama, sisa sisa kulit beras tersebut tidak sepenuhnya bersih saat mengipas dengan alat tradisional. Para petani di daerah Cupak Kabupaten Solok masih memilih menggunakan alat pengipas beras tradisional, seperti alat yang menggunakan tenaga manusia, karena lebih familiar dan mudah ditemukan. Untuk memudahkan petani untuk membersihkan sisa sisa kulit beras maka perlu dilakukan modifikasi pada alat pengipas beras dengan menggunakan tenaga mesin agar hasil dari pengipas beras lebih banyak, waktu yang diperlukan menjadi efektif, serta kualitas beras menjadi meningkat dari sebelumnya. Meskipun ada perubahan dalam alat yang digunakan, tujuan tim pengabdian masyarakat dari modifikasi alat tersebut yaitu memastikan bahwa petani dapat menjaga kualitas beras yang dihasilkan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ialah telah berhasil membuat sebuah alat pengipas beras yang akan membantu petani dalam membersihkan beras dari sisa sisa kulit beras/sekam.
Pembuatan alat pengipas beras di Nagari Cupak, Kabupaten Solok, memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Dengan menggunakan mesin pengipas, proses pemisahan beras dari sekam dapat dilakukan secara efisien, mengurangi ketergantungan pada metode manual yang memakan waktu dan tenaga. Alat ini juga dapat membantu petani dalam menjaga kualitas beras, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk di pasar. Selain itu, penggunaan alat modern ini berpotensi menurunkan biaya operasional dan meningkatkan pendapatan petani. Dengan hasil yang lebih berkualitas, petani dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik lokal maupun nasional. Inovasi teknologi seperti ini sejalan dengan upaya untuk mengembangkan sektor pertanian di daerah tersebut, yang dikenal dengan produk berasnya yang berkualitas tinggi