
Secara permainan tradisional belum digunakan untuk mengatasi trauma bagi anak-anak karena setelah musibah lahar dingin berlangsung ada kegiatan untuk mengatasi trauma terhadap anak-anak yang hanya dalam bentuk permainan moderen. Dengan pengabdisn ini telah dilaksanakan di nafgari Parambahan tempatnya di sekolah dasar disana dan di lapangan bola kaki. Padahal di lokasi bencana seharusnya dilakukan permainan yang sifatnya murah, meriah dan membangkitkan kebersamaan serta gotong royong. Hal ini ada di dalam permainan tradisional. Salah satu contoh yang telah tim pengabdian Universitas Andalas lakukan adalah bermain dengan menggunakan pelepah daun pinang yang sudah tua. Masyarakat Minangkabau menamakan permainan itu dengan nama Pacu Upiah. Permainan ini hanya menggunakan pelapah daun pinang sebagai alat permainan dan tidak dibeli. Mereka memanfaatkan benda yang tidak berguna agar bisa bergembira dan bekerjasama. Jika mereka tidak berstrategi maka akan terjadi kesalahan fatal sehingga kalah dalam permainan. Kalau temannya yang ditarik duduk di daun pelepah memiliki bobot badan yang berat maka yang menarik akan kewalahan, tetapi jika bobot badannya kecil maka akan mudah menariknya.
Anak-anak kembali bergembira dan melaksanakan permainan tradisional kembali baik di rumah maupun di sekolah