
H Index Scopus: 11, H Index GS: 13, H Index WoS: 0
| Jenjang Pendidikan | Tahun | Universitas | Bidang Studi |
|---|---|---|---|
| 1987 | Universitas Andalas | Kimia | |
| 1993 | Institut Teknologi Bandung | Kimia | |
| Dr | 2021 | Universitas Andalas | Kimia |
| Dr | 2021 | Universitas Andalas | Kimia |
Indonesia merupakan negara megadiversitas dengan berbagai ragam tumbuhan yang mempunyai potensi ekonomi tinggi, tetapi dapat juga menghasilkan limbah seperti tumbuhan pakis. Kandungan kimia pakis begitu banyak dan di antaranya dapat dimanfaatkan sebagai inhibitor korosi khususnya material baja. Kandungan kimia pakis dapat menjadi material maju dalam bidang kimia dengan menjadikannya material green corrosion inhibitor. Inhibisi korosi baja dalam larutan asam klorida 1 M oleh ekstrak daun pakis sisik naga dan pakis pedang diteliti menggunakan metode kehilangan berat, polarisasi potensiodinamik dan metode komputasi DFT. Ekstrak daun pakis dan produk korosi dikarakterisasi dengan uji fitokimia, LCMS-MS, metode spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR), spektrofotometri Ultraviolet-visible (UV-vis) dan analisis mikroskopi permukaan serta sudut kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi baja sebanding dengan suhu dan berbanding terbalik dengan konsentrasi ekstrak. Efisiensi inhibisi dari ekstrak daun pakis akan berbeda terhadap suhu dan konsentrasi ekstrak yang terdapat dalam medium korosif. Dalam tujuh tahun ke depan akan dicoba mengungkap potensi ekstrak berbagai pakis yang tumbuh di lingkungan hutan sekitar Kampus Limau Manis sebagai inhibitor melalui pengukuran dan karakterisasi inhibisi korosi senyawa utama daun pakis. Selanjutnya dilakukan pemisahan dan ataupun sintesis senyawa paling berpotensi sebagai inhibitor korosi dari ekstrak tumbuhan pakis.