
H Index Scopus: 3, H Index GS: 3, H Index WoS: 0
| Jenjang Pendidikan | Tahun | Universitas | Bidang Studi |
|---|---|---|---|
| S.H. | 1986 | Universitas Andalas | Ilmu Hukum |
| 1993 | Universitas Padjadjaran | Ilmu Hukum | |
| Dr | 2007 | Universitas Airlangga | Ilmu Hukum |
Yuliandri dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu perundang-undangan pada Juli 2009. Ia merupakan guru besar kedua di Indonesia setelah Prof. Maria Farida di bidang tersebut.[3] Selain sebagai guru besar, Yuliandri juga dipercaya menjabat Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) untuk periode 2010–2014.[1] Yuliandri ditunjuk menjadi wakil ketua merangkap anggota Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon Anggota Komisi Yudisial (KY) periode 2015–2020 oleh Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 6 Tahun 2015 pada 23 Februari 2015.[4] Sebelumnya, pada Januari 2015, bersama I Dewa Gede Palguna, Yuliandri lolos dalam seleksi sebagai calon Hakim Konstitusi,[5] namun Presiden Jokowi kemudian memilih I Dewa Gede Palguna menjadi hakim konstitusi menggantikan Hamdan Zoelva.[6] Pada 26 Juni 2019, Yuliandri berhasil terpilih sebagai Rektor Universitas Andalas periode 2019–2023 dalam Rapat Senat Tertutup oleh Senat Unand bersama Menteri yang berlangsung di Convention Hall Universitas Andalas.[7] Ia dilantik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjadi rektor menggantikan Tafdil Husni pada 25 November 2019.