Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit Liar Sumatra (Curcuma sumatrana) Dalam Mengatasi Penyakit Non-Alcoholic Fatty Liver Disease Pada Mencit Putih

Penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) adalah salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi ekstrak kunyit liar Sumatra (Curcuma sumatrana) sebagai obat alternatif untuk mengatasi NAFLD. Tiga puluh tikus jantan dewasa dibagi secara merata ke dalam lima kelompok percobaan, yaitu: kontrol (tikus sehat), tikus NAFLD tanpa perawatan, dan tikus NAFLD yang diobati secara oral dengan ekstrak etanolik C. sumatrana pada dosis 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan selama empat minggu berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan tikus NAFLD tanpa perawatan, pemberian ekstrak C. sumatrana secara signifikan mengurangi serum glutamat propionat transaminase (enzim hati) di plasma darah dan malondialdehida (penanda stres oksidatif) pada jaringan hati (P < 0,05). Ekstrak ini secara substansial memperbaiki steatosis hati, degenerasi hepatosit, dan dilatasi vena sentral (P < 0,05). Mengenai efektivitasnya, ekstrak pada dosis yang lebih tinggi (200 dan 400 mg/kg BB) menunjukkan efek yang lebih menguntungkan terhadap NAFLD dibandingkan dengan dosis yang lebih rendah (100 mg/kg BB). Selain itu, analisis Kromatografi Gas-Spektrometri Massa mengungkapkan adanya 17 senyawa dalam ekstrak dengan berbagai aktivitas biologis yang mungkin, termasuk sifat antioksidan dan antiinflamasi. Oleh karena itu, C. sumatrana merupakan kandidat potensial sebagai obat berbasis tumbuhan untuk mengatasi masalah metabolik yang disebabkan oleh pola makan, termasuk NAFLD.
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: Putra Santoso, S.Si, M.Si, Ph.D.
Anggota:
- Kurniadi Ilham, S.Si, M.Si
- Muhammad Syukri Fadil, S.Si, M.Si
Kata Kunci: steatosis; malondialdehid; SGPT


.png&w=2048&q=75)
