IM/MOBILITAS HERBISIDA BERBAHAN AKTIF GLIFOSAT PADA INCEPTISOL YANG DIAMELIORASI DENGAN BIO-KONVERSI LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT

Ameliorasi menggunakan limbah pabrik kelapa sawit, berupa biochar tandan kosong (B-OPEFB) dan senyawa humat dari wet decanter solid (HS-WDS), baik tunggal maupun kombinasi (Bio-Humat) dapat memperbaiki sifat kimia Ultisol, ditandai dengan peningkatan pH, bahan organik, titik muatan nol (PZC), dan kapasitas tukar kation (KTK). HS-WDS memberikan pH tertinggi (5,30) dan KTK terbesar (32,52 cmol(+)/kg), sedangkan biochar meningkatkan kandungan bahan organik, dan Bio-Humat memperbaiki PZC. Biochar mampu meningkatkan kapasitas adsorpsi glifosat hingga 787,02 mg g⁻¹, HS-WDS mencapai 243,90 mg g⁻¹ sesuai model Langmuir, dan Bio-Humat menunjukkan efek sinergis dengan kapasitas maksimum 1.015,98 mg g⁻¹ serta efisiensi penghilangan >96%. Mekanisme utama adsorpsi melibatkan ikatan hidrogen, interaksi elektrostatik, dan kompleksasi gugus fungsional. Uji kolom memperlihatkan bahwa HS-WDS paling efektif menahan mobilitas glifosat dengan nilai Ce/Co terendah (0,002–0,006). Biochar murni cenderung meningkatkan mobilitas (Ce/Co = 0,006–0,010), meskipun perbedaannya relatif kecil dibandingkan HS-WDS. Bio-Humat efektif pada awalnya (Ce/Co = 0,004–0,006), namun tidak stabil pada kondisi jenuh, ditandai dengan lonjakan Ce/Co hingga 0,090 akibat desorpsi. Secara keseluruhan, HS-WDS merupakan amelioran paling potensial dalam menghambat transportasi glifosat.
Tahun Penelitian: 2025
Ketua: Prof. Ir Herviyanti
Anggota:
- Prof. Dr Ir Yulnafatmawita, M.Sc.
Kata Kunci: [Adsorpsi; Transport; Biochar; Senyawa Humat; Limbah Kelapa Sawit]

%20Hidroponik%20dan%20Konvensional%20dengan%20Kombinasi%20Spektroskopi%20dan%20Metode%20Kemometrik.png&w=2048&q=75)

.png&w=2048&q=75)