Prevalensi dan Faktor Determinan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil: Studi Cross-Sectional di Kota Padang, Sumatera Barat

Studi ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil berada dalam rentang usia risiko rendah 20–35 tahun (81,1%), dengan hampir setengahnya (36,9%) berada pada trimester kedua. Mayoritas (89,2%) memiliki paritas rendah (<4), dan hampir setengahnya (38,7%) dikategorikan sebagai kelebihan berat badan. Temuan ini konsisten dengan profil demografi ibu secara umum di Indonesia. Rata-rata skor aktivitas fisik adalah 157,76 MET-jam/minggu, dan aktivitas rumah tangga memberikan kontribusi paling signifikan (97,91 MET-jam/minggu). Sementara itu, olahraga memberikan kontribusi minimal (7,51 MET-jam/minggu). Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab domestik tetap menjadi sumber utama pengeluaran energi di kalangan ibu hamil di Padang, Sumatera Barat. Kemudian, semua responden (100%) melaporkan mengalami gejala selama kehamilan, dengan skor rata-rata 9,71. Rata-rata jumlah episode nyeri punggung bawah pada ibu hamil adalah 9,71, dengan median 9,00, dengan rentang skor 3-20. Studi ini sejalan dengan penelitian Yolandini dkk., 2024, yang menemukan bahwa 100% ibu hamil mengalami nyeri punggung bawah dengan intensitas yang bervariasi (Yolandini dkk., 2024). Nyeri punggung bawah pada kehamilan merupakan kondisi umum, dengan intensitas yang bervariasi. Dalam studi ini, hampir semua ibu hamil (98,2%) sering mengubah posisi untuk meningkatkan kenyamanan punggung. Sebagian besar (83,8%) sering berbaring untuk beristirahat karena nyeri punggung.
Tahun Penelitian: 2025
Ketua: Ners Yanti Puspita Sari, S.Kep, M.Kep, Ph.D
Anggota:
- Ners Siti Yuli Harni, S.Kep, Ns.Sp.Kep.Kom., M.
Kata Kunci: nyeri punggung bawah; kehamilan; faktor resiko; aktifitas fisik



