Pemaknaan Perempuan dalam Program Acara Perempuan Bicara di tvOne (Episode Anies, Prabowo, atau Ganjar? Siapa Bisa Pikat Hati Perempuan)

Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu (1) menganalisis pemaknaan khalayak perempuan terhadap program Perempuan Bicara dan (2) menganalisis posisi khalayak perempuan terhadap episode “Anies, Prabowo, atau Ganjar? Siapa Bisa Pikat Hati Perempuan”, maka temuan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Pemaknaan khalayak perempuan terhadap program Mahasiswi FISIP Unand memaknai program Perempuan Bicara sebagai media yang informatif dan menambah wawasan politik, khususnya terkait isu perempuan. Namun, mereka juga mengkritisi bahwa substansi program lebih banyak menonjolkan pencitraan tokoh politik ketimbang membahas program kerja nyata yang relevan dengan kebutuhan perempuan. 2. Pemaknaan terhadap episode khusus (Anies, Prabowo, Ganjar) Informan memandang bahwa ketiga tokoh politik yang dihadirkan masih cenderung menggunakan strategi kampanye populis dan pencitraan, tanpa menyentuh langsung persoalan konkret perempuan. Ada kesan bahwa program hanya menghadirkan keterlibatan perempuan secara simbolik. 3. Posisi khalayak perempuan terhadap tayangan Para informan berada dalam posisi negosiasi dan oposisi—mereka tidak menerima pesan secara utuh, tetapi menafsirkannya secara kritis, dengan mempertimbangkan pengalaman dan pandangan pribadi. Ini menunjukkan bahwa khalayak bersifat aktif dalam membentuk makna pesan media. 4. Kontribusi media terhadap kesadaran politik perempuan Media dianggap berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran politik, namun resepsi khalayak menunjukkan bahwa untuk menjadi efektif, media perlu lebih kritis, edukatif, dan benar-benar berpihak pada kepentingan perempuan.
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: Dr Elva Ronaning Roem, S.Sos, M.Si
Kata Kunci: Komunikasi; Media Massa Televisi; Resepsi Khalayak; Pesan Politik; Pemilu
.jpg&w=2048&q=75)


