Deteksi Polutan Mikroplastik Pada Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) dan Air di Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dan Manfaatnya

Mikroplastik (MP) adalah partikel plastik berukuran <5 mm yang terbentuk dari penguraian plastik besar akibat paparan air, angin, dan cahaya matahari dalam waktu lama. Danau Singkarak, yang terletak di Sumatera Barat, merupakan salah satu dari 15 danau prioritas nasional dengan masalah penurunan kualitas lingkungan perairan akibat aktivitas antropogenik. Danau ini memiliki keanekaragaman ikan yang tinggi, termasuk ikan bilih, spesies endemik yang mendominasi lebih dari 70% total tangkapan. Penelitian ini bertujuan menentukan total polutan MP pada air dan ikan bilih berdasarkan titik pengambilan sampel, serta mengidentifikasi karakteristik MP, meliputi bentuk, ukuran, warna, dan jenis polimer. Sampel diambil dari lima titik. Ekstraksi MP dilakukan dengan H2O2 30% dan NaCl 5M, lalu disaring menggunakan kertas Whatman No.42 (pori 2,5 µm) dengan pompa vakum. Analisis visual dilakukan dengan Mikroskop Stereo, sementara jenis polimer dianalisis menggunakan ATR-FTIR. Hasil penelitian menunjukkan total kelimpahan MP pada ikan bilih sebesar 225–350 partikel kg⁻¹ dan pada air sebesar 117,5–202,5 partikel L⁻¹. Fragmen hitam berukuran ≤100 µm dominan ditemukan. Jenis polimer yang teridentifikasi meliputi Polyamide (PA), Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), dan Polyvinyl Chloride (PVC).
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: Prof. Prof. Dr Dra Deswati, M.S
Anggota:
- Yulizar Yusuf
Kata Kunci: Mikroplastik ; ikan bilih ; danau singkarak



