Kemampuan Daya Gabung Berbagai Galur Inbred Jagung (Zea mays L.) dan Penampilan Hibrida Silang Tunggal dari Semua Kombinasi Persilangan

Penggunaan varietas hibrida unggul mendukung peningkatan produktivitas jagung nasional, sehingga pengembangan varietas baru terus dilakukan untuk menghasilkan berbagai varietas hibrida dengan agroekosistem tertentu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi daya gabung enam galur inbred tetua serta performa, dan heterosis hasil persilangannya. Persilangan menggunakan desain half diallel menghasilkan hibrida yang dievaluasi bersama tetua dan hibrida pembanding (P32) dalam Rancangan Acak Kelompok dengan dua ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA, dialel, dan korelasi, serta pendugaan heterosis (mid-parent, better-parent). Hasil menunjukkan hibrida H2 memiliki hasil lebih tinggi (13 t/ha) dibanding P32 (11 t/ha), sementara H6, H14, dan H15 setara (11–11,7 t/ha). Inbred UZ 9 memiliki Daya Gabung Umum (DGU) terbaik untuk karakter agronomi. Kombinasi UZ 3×UZ 9 (H2), P137-1×R2 (H14), dan CLYN×R2 (H15) menunjukkan Daya Gabung Khusus (DGK) tinggi dan signifikan. Seluruh hibrida memiliki heterosis positif (27,1–79,9%), dengan heterobeltiosis hingga 72%. H2, H14, dan H15 konsisten memberikan hasil unggul dan direkomendasikan untuk evaluasi lanjutan terhadap potensi hasil dan adaptasi lingkungan sebelum dilepas sebagai varietas unggul baru.
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: PK DEWI HAYATI, S.P, M.Si, Ph.D
Anggota:
- Sutoyo
Kata Kunci: heterosis; heterobeltiosis; persilangan; dialel



