Strategi Peningkatan By Pass Protein dan Mitigasi Gas Metan Melalui Penambahan Buah Menggrov untuk Meningkatkan Produktifitas Ternak Ruminansia
.jpg)
Penelitian ini menemukan bahwa penambahan buah mangrove (Sonneratia alba) sebagai sumber tanin pada Indigofera zollingeriana memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kecernaan fraksi serat dalam sistem pencernaan ruminansia secara in vitro. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap kecernaan NDF dan selulosa, signifikan terhadap ADF, namun tidak berpengaruh nyata terhadap hemiselulosa. Nilai kecernaan tertinggi diperoleh pada perlakuan tanpa penambahan buah mangrove (P1), yaitu NDF sebesar 61,23%, ADF 60,29%, dan selulosa 62,06%, sedangkan nilai terendah ditemukan pada penambahan 9% buah mangrove (P4) dengan NDF 58,55%, ADF 58,51%, dan selulosa 59,60%. Penurunan daya cerna tersebut disebabkan oleh meningkatnya kandungan tanin dan lignin yang menghambat aktivitas mikroba rumen dalam mendegradasi serat. Meskipun demikian, penambahan buah mangrove hingga level 6% masih mampu mempertahankan kecernaan fraksi serat pada tingkat yang relatif stabil, sehingga tetap bermanfaat dalam melindungi protein pakan dari degradasi berlebih di rumen. Dengan demikian, strategi ini berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi, menekan emisi metana, serta mendukung penggunaan bahan pakan alami berbasis sumber daya lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: Dr Ir Elihasridas, M.Si
Anggota:
- Dr Imana Martaguri, S.Pt, M.Si
- Dr Roni Pazla, S.Pt, M.P.
Kata Kunci: Nutrisi, indigofera zollingeriana, in vitro, sonneratia alba, tanin






