Identifikasi Bakteri Staphylococcus sp dan Escherichia Coli pada Susu Kambing Peranakan Etawa yang Terdeteksi Mastitis Subklinis

Pemeriksaan terhadap 12 ekor kambing Peranakan Etawa (PE) laktasi menunjukkan bahwa kejadian mastitis subklinis di peternakan yang diamati tergolong tinggi. Dari 24 puting yang diuji menggunakan reagen IPB-1, sebanyak 17 puting dinyatakan positif mastitis subklinis, sehingga prevalensinya mencapai 83,33%. Tingginya angka kejadian ini mengindikasikan bahwa mastitis subklinis masih menjadi permasalahan utama yang berpotensi menurunkan kualitas dan keamanan susu kambing. Hasil isolasi dan identifikasi bakteri menunjukkan bahwa mikroorganisme yang ditemukan didominasi oleh bakteri Gram positif. Sebanyak 11 isolat yang diuji lebih lanjut memiliki karakteristik biokimia yang sesuai dengan Micrococcus sp., yaitu bakteri yang umum ditemukan di lingkungan kandang, udara, debu, maupun permukaan kulit ambing. Temuan ini menunjukkan bahwa kontaminasi lingkungan berperan penting terhadap kualitas mikrobiologis susu. Sebaliknya, bakteri patogen utama penyebab mastitis seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli tidak terdeteksi pada sampel yang dianalisis. Tiga isolat bakteri Gram negatif yang ditemukan juga tidak menunjukkan karakteristik biokimia khas E. coli. Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa tingginya prevalensi mastitis subklinis lebih berkaitan dengan faktor higiene dan manajemen pemerahan dibandingkan infeksi oleh patogen utama mastitis. Penerapan sanitasi yang lebih baik, terutama pembersihan ambing dan teat dipping setelah pemerahan, diperlukan untuk menekan risiko kontaminasi bakteri dan meningkatkan kualitas susu kambing PE.
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: Dr Hilda Susanty, S.Pt, M.Si
Anggota:
- Eli Ratni, S.Pt, M.P.
Kata Kunci: Escherichia coli; Kambing Peranakan Etawa; Mastitis subklinis; Micrococcus sp.; Staphylococcus aureus; Susu kambing




