PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS SIRKULAR EKONOMI DENGAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA PADANG

Mitra mempunyai kemampuan dalam mengolah sampah sendiri atau dari sumber. Terjadi pengurangan sampah ke TPA. Pegiat mendapatkan income tambahan. Kota Padang menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah, terutama terkait keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin. Diperkirakan TPA akan mencapai kapasitas penuh dalam 3-4 tahun mendatang, sementara sampah organik, terutama sisa makanan, menyumbang lebih dari 60% dari total sampah. Untuk mengatasi hal ini, tim pengabdian berperan penting dan memiliki solusi inovatif menggunakan teknologi biokonversi dengan maggot lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) dalam mengolah sampah organik. Dengan program sosialisasi, edukasi dan pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis maggot BSF. Ada beberapa tujuan dari program pengabdian ini adalah terbentuknya asosiasi resmi penggiat maggot BSF kota Padang, masyarakat mampu memilah sampah organik dan anorganik sisa dapur, sampah organik yang terolah meningkat, bertambahnya jumlah penggiat maggot BSF, penggiat maggot BSF pemula dapat memahami teknik pengeringan, dan pengolahan sampah organik kering dengan TOSS.
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: Dr Resti Rahayu, S.Si, M.Si
Anggota:
- Dr Fadjar Goembira, S.T, M.Sc.
- Dr Resti Rahayu, S.Si, M.Si
- Robby Jannatan, S.Si, M.Si
Kata Kunci: Kolaborasi, Biokonversi, Pegiat maggot, Sampah organik



