Perilaku Boikot Produk Afiliasi Israel Ditinjau dari Identitas Sosial dan Persepsi Brand Image

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi awal skala perilaku boikot terhadap produk dan merek yang terafiliasi dengan Israel di kalangan konsumen Indonesia. Desain penelitian bersifat kuantitatif dengan analisis menggunakan PLS-SEM. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan teknik voluntary sampling. Instrumen awal terdiri dari 48 aitem yang disusun berdasarkan literatur terkait Theory of Planned Behavior, moral disengagement, dan literatur terkait aksi kolektif serta etika konsumen. Proses validasi dilakukan melalui uji CFA, validitas konvergen, dan validitas diskriminan (Fornell–Larcker, cross-loading, dan HTMT). Hasil analisis menunjukkan bahwa 23 aitem dalam enam dimensi memenuhi kriteria reliabilitas dan validitas. Dua penggabungan dimensi dilakukan akibat nilai HTMT > 0,90 yang secara teoretis mencerminkan irisan konsep, yaitu (a) Norma Sosial & Emosi Moral menjadi Norma–Emosional Kolektif, dan (b) Etika Konsumen & Moral Disengagement menjadi Etika & Rasionalisasi Moral. Nilai komponen reliabilitas seluruh dimensi > 0,86 dan AVE > 0,50, menunjukkan konsistensi internal yang baik. Temuan ini menegaskan bahwa skala perilaku boikot SPB-MAI dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya mengenai perilaku konsumen berbasis nilai moral dan identitas sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan alat ukur psikologis yang relevan untuk mengkaji motivasi etis dan sosial dalam konteks aksi boikot di Indonesia.
Tahun Penelitian: 2025
Ketua: Tri Rahayuningsih, S.Psi, M.A
Anggota:
- Nelia Afriyeni, S.Psi, M.A
Kata Kunci: Validasi Skala; Perilaku Boikot; PLS-SEM; Merek Afiliasi Israel; Konsumen Indonesia



