Analisis Risiko Produksi Perkebunan Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.) di Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok

Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) merupakan komoditas rempah strategis yang berperan penting dalam konsumsi domestik maupun ekspor di Indonesia. Meskipun memiliki nilai ekonomi yang tinggi, produksi cengkeh di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengalami fluktuasi yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, yang mengindikasikan adanya permasalahan risiko produksi yang belum sepenuhnya teridentifikasi. Penelitian-penelitian sebelumnya mengenai usahatani cengkeh umumnya lebih menitikberatkan pada aspek teknis budidaya, sementara kajian yang secara sistematis menjelaskan penyebab mendasar risiko produksi masih terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cengkeh merupakan sumber mata pencaharian utama bagi sebagian besar responden. Sebanyak 14 sumber risiko produksi berhasil diidentifikasi dan dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yaitu bencana alam, keterbatasan sumber daya manusia, serangan hama dan penyakit, serta keterbatasan sarana dan prasarana produksi. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko produksi usahatani cengkeh bersifat multidimensional dan saling berkaitan, bukan disebabkan oleh faktor tunggal. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dan konseptual melalui penyusunan kerangka analisis risiko produksi berbasis identifikasi akar masalah. Peta risiko yang dihasilkan menjadi dasar yang kuat bagi perumusan strategi pengelolaan risiko usahatani cengkeh yang lebih tepat sasaran, kontekstual, dan berkelanjutan.
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: Rika Hariance, S.P, M.Si
Anggota:
- Yuerlita, S.Si, M.Si, Ph.D
Kata Kunci: Cengkeh, Diagram Fishbone, Rempah, Risiko produksi



