KEANEKARAGAMAN JAMUR ENDOFIT POTENSIAL SEBAGAI PENGHASIL ANTIMIKROBA PADA MANGROVE (Ceriops tagal (Perr.) C.B Rob) DI LINGKUNGAN SALINITAS EKSTRIM SUMATRA BARAT
.jpeg&w=2048&q=75)
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur menjadi masalah kesehatan global saat ini, yang dipicu oleh resistensi antimikroba sehingga menyebabkan mikroba menjadi kebal terhadap obat. Peningkatan pesat resistensi antimikroba mendorong pengembangan strategi baru yang alami dan mendesak untuk melawan patogen resistensi obat menggunakan jamur endofit yang berasosiasi pada tumbuhan mangrove Ceriops tagal yang dapat beradaptasi pada lingkungan salinitas ekstrim hingga 60 part per thousand (ppt). Jamur endofit berhasil diisolasi dari tumbuhan mangrove (Ceriops tagal (Perr.) C.B Rob) pada bagian akar, daun dan ranting. Sebanyak 10 isolat Jamur endofit berhasil diisolasi dengan kode isolat 3, 4 dan 5 berasal dari akar. Isolat 14 dan 19 berasal dari daun serta isolat 40,63,67,73 dan 81 berasal dari ranting. 10 isolat jamur endofit mampu menghasilkan antibiotik yang menunjukkan zona hambat terhadap mikroorganisme Candida albicans, Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Isolat 3 menunjukkan aktivitas antibiotik tertinggi, dengan zona hambat sebesar 31,4 mm terhadap Candida albicans, 23,4 mm terhadap Escherichia coli, dan 21,0 mm terhadap Staphylococcus aureus. Antibiotik yang dihasilkan isolat 3, dengan zona hambat lebih dari 21 mm, tergolong sebagai penghasil antibiotik dengan aktivitas sangat kuat.
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: Prof. Dr Drs Anthoni Agustien, M.Si
Anggota:
- Prof. Drs Chairul, M.S, PhD
- Prof. Drs Syamsuardi, MSc, D.Sc
Kata Kunci: antimikroba; endofit; jamur; keanekaragaman; salinitas



