Evaluasi Interaksi Obat-Obat Insulin pada Pasien Insulin-Dependent Diabetes Mellitus (IDDM)

Diabetes Melitus Tipe 1 merupakan penyakit autoimun kronis yang ditandai dengan kerusakan sel β pankreas oleh sistem imun, sehingga menyebabkan defisiensi insulin absolut dan hiperglikemia persisten. Terapi insulin merupakan pilar utama dalam pengelolaan penyakit ini. Namun demikian, efektivitas terapi insulin dapat dipengaruhi oleh adanya interaksi obat. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi serta mekanisme interaksi antara insulin dan obat lain pada pasien Diabetes Melitus Tipe 1. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif dengan pendekatan potong lintang dan metode total sampling. Studi dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan populasi penelitian seluruh pasien rawat inap yang didiagnosis Diabetes Melitus Tipe 1 pada periode tahun 2019–2022. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik pasien didominasi oleh perempuan (70%) dan kelompok usia anak hingga remaja (0–18 tahun) sebesar 83%. Sebagian besar pasien (86,6%) menerima terapi insulin, dengan regimen basal-bolus sebagai pendekatan yang paling banyak digunakan karena memberikan fleksibilitas dalam mencapai kontrol glikemik yang optimal. Potensi interaksi obat dengan insulin teridentifikasi pada 33,3% kasus, dengan mekanisme farmakodinamik. Analisis uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat polifarmasi dan kejadian interaksi obat (p > 0,05).
Tahun Penelitian: 2025
Ketua: Apt Rahmi Yosmar, S.Farm, M.Farm
Anggota:
- Apt Dian Ayu Juwita, S.Farm, M.Farm
Kata Kunci: IDDM, insulin, interaksi obat, Farmakodinamik, Farmakokinetika
17749611121775032221.jpg)


