OPTIMASI PROSES PEMBUATAN BIOETANOL DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) DENGAN VARIASI LAMA WAKTU FERMENTASI DAN JUMLAH RAGI ROTI

Proses produksi bioethanol diawali dengan melakukan isolasi selulosa dari TKKS dengan cara delignifikasi. Kadar selulosa yang diperoleh sebesar 71,88%. Selulosa yang dihasilkan kemudian dihidrolisis menggunakan HCl untuck menghasilkan glukosa. Kadar glukosa yang dihasilkan sebesar 13,5%. Glukosa yang terbentuk dilanjutkan dengan proses fermentasi. Lama Fermentasi dan jumlah ragi Sacchromyces cerevisiae berpengaruh nyata terhadap uji rendemen, kadar air, densitas dan kadar etanol. Semakin banyak ragi yang ditambahkan dan semakin lama fermentasi bioetanol dilakukan maka rendemen dan kadar etanol yang dihasilkan akan semakin banyak. Hal ini berbanding terbalik dengan kadar air dan densitas bioetanol, semakin banyak ragi yang ditambahkan dan semakin lama fermentasi dilakukan maka kadar air dan densitas bioetanol akan semakin kecil. Kondisi optimum pada proses produksi bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit yaitu jumlah ragi sebanyak 8,800 g dan lama fermentasi 9,668 hari dengan karakteristik bioethanol yang dihasilkan rendemen 13 %, kadar air 87 %, densitas 0,99 g/ml, kadar etanol 10%. Bioetanol yang dihasilkan dapat ditingkatkan kemurniaannya dengan proses distilasi lanjut sehingga diperoleh kadar etanol yang tinggi.
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: Dr Deivy Andhika Permata, S.Si, M.Si
Anggota:
- Risa Meutia Fiana, S.TP, M.P.
Kata Kunci: Etanol; Fermentasi; RSM; TKKS; Optimasi



