Pemberdayaan Berbasis Konservasi dan Ekonomi Hijau di Kawasan Penyangga TNKS

Program pengabdian di kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) memberi dampak nyata pada aspek sosial-kelembagaan, ekonomi-penghidupan, serta pengetahuan dan literasi ekologi sosial. Melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), masyarakat diposisikan sebagai subjek utama dalam mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi. Pemetaan sosial, FGD tematik, dan dialog deliberatif membantu warga mengenali aktor kunci, relasi kekuasaan lokal, serta potensi konflik dan kolaborasi. Proses ini membuka ruang komunikasi yang lebih setara antara masyarakat, pemerintah nagari, dan Balai TNKS, sekaligus memberi legitimasi awal bagi pembentukan kelembagaan lokal seperti Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Forum Nagari Konservasi (FNK). Dampaknya terlihat dari meningkatnya kepercayaan lintas aktor dan menguatnya posisi tawar masyarakat. Pada aspek ekonomi, program mendorong ekonomi hijau melalui pemanfaatan limbah hasil hutan dan pertanian menjadi produk bernilai. Usaha berbasis lokal ini menambah penghasilan dan menumbuhkan kesadaran bahwa konservasi sejalan dengan kesejahteraan. Dari sisi pengetahuan, literasi kritis masyarakat meningkat sehingga lebih percaya diri menyuarakan aspirasi dalam forum resmi.
Tahun Penelitian: 2025
Ketua: Yayuk Lestari, S.Sos, M.A
Anggota:
- Annisa Anindya, S.I.Kom, M.Si
- Diego, S.I.Kom, M.I.Kom
- Dr Meqorry Yusfi, S.Si, M.Si
- Primas Emeraldi, S.T, M.T
Kata Kunci: Dialog multipihak; Kelembagaan lokal; Konflik; PRA; TNKS


_1776239654.png&w=2048&q=75)
