Analisis Keseragaman Genetik Jeruk Siam (Citrus nobilis Lour.) di Beberapa Sentra Produksi Sumatra dengan Menggunakan Penanda RAPD
%20di%20Beberapa%20Sentra%20Produksi%20Su%20(1).jpg&w=2048&q=75)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi genetik intrapopulasi jeruk Siam di setiap sentra produksi tergolong relatif rendah. Jeruk Siam dari Gunung Omeh menunjukkan variasi genetik intrapopulasi tertinggi, sedangkan jeruk Siam dari Berastagi memiliki variasi genetik intrapopulasi terendah di antara keempat populasi yang dianalisis. Secara keseluruhan, variasi genetik dalam populasi (intrapopulasi) lebih tinggi dan lebih beragam dibandingkan variasi genetik antar populasi (interpopulasi), yang mengindikasikan adanya keragaman genetik yang tersebar di dalam masing-masing wilayah. Jarak genetik terendah ditemukan antara Gunung Omeh dan Bangkinang, yaitu sebesar 0,0614, sedangkan jarak genetik tertinggi terdapat antara Gunung Omeh dan Berastagi, yaitu 0,1622. Hasil Analisis Koordinat Utama (PCoA) menunjukkan bahwa sampel dari sentra produksi Berastagi cenderung terkonsentrasi, yang mencerminkan keseragaman genetik akibat penggunaan bibit yang seragam dan terbatasnya pertukaran bibit. Sebaliknya, sampel dari Gunung Omeh, Bangkinang, dan Pasaman lebih tersebar, menunjukkan adanya aliran gen melalui pertukaran bibit antarwilayah. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilanjutkan dengan analisis nukleotida antar kultivar untuk mengonfirmasi asal-usul, hubungan kekerabatan, dan tingkat divergensi genetik jeruk Siam secara lebih mendalam.
Tahun Penelitian: 2024
Ketua: Prof. Dr Drs Mansyurdin
Anggota:
- Dr Nurainas, S.Si, M.Si
Kata Kunci: Citrus nobilis; RAPD; Sentra Produksi Jeruk; Sumatera; Variasi genetik
.png&w=2048&q=75)


